Asuhan Keperawatan Anak Hirschsprung
BAB 2
KONSEP MEDIS
2.1 Penyakit
Hirschsprung
2.1.1
Definisi
Penyakit ini disebut megakolon kongenitum
dan merupakan kelainan yang tersering yang dijumpai sebagai penyebab obstruksi
usus pada neonatus. Pada penyakit ini pleksus mienterik tidak ada, sehingga
bagian usus tidak dapat mengembang.
Pada tahun 1888 Hirschsprung melaporkan dua kasus bayi meninggal dengan perut gembung oleh kolon yang sangat melebar dan penuh massa feses Insiden keseluruhan 1:5000 kelahiran hidup. Insiden pada bayi laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan bayi perempuan dengan perbandingan 4:1
Pada tahun 1888 Hirschsprung melaporkan dua kasus bayi meninggal dengan perut gembung oleh kolon yang sangat melebar dan penuh massa feses Insiden keseluruhan 1:5000 kelahiran hidup. Insiden pada bayi laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan bayi perempuan dengan perbandingan 4:1
2.1.2
Etiologi
Pada penyakit Hirschsprung pola pewarisannya
bersifat resesif atau multifaktor dengan modifikasi jenis kelamin serta resiko
penyakit serupa pada saudara kandung sebesar 7%. Distribusi ras setara untuk
bayi berkulit putih dan Amerika keturunan Afrika. Anomali lain terkait adalah
penyakit jantung kongenital atau sindrom Down pada 5 samapai 10% pasien, sindrom
Waardenburg dan sindrom Smith-Lemli-Opitz .
Sebagian besar
bayi dengan penyakit ini akan meninggal sebelum usia 2 minggu ( 40 %) bila
tidak ditolong, terutama akibat 2 hal :
- Paling sering akibat enterokolitis yakni terjadi infeksi kolon akibat stasis dari feses
- Sekali- kali akibat obstruksinya, yakni kematian terjadi sangat cepat sering kali sebelum terjadinya gejala-gejalatersebut ( kurang dari 24 jam ), disebut juga Malignant Hirschsprung
2.1.3 Patofisiologi
Penyakit
Hirschsprung disebabkan oleh absensi ganglion Meissner dan ganglion Aurbach
dalam lapisan dinding usus, sehingga menyebabkan peristaltis tidak mempunyai
daya dorong, akibatnya usus tersebut tidak ikut dalam proses pengeluaran feses
dan udara.
Tidak
adanya inervasi syaraf adalah akibat dari kegagalan perpindahan neuroblast dari
usus proksimal ke distal. Segmen aganglionik terbatas pada rektosigmoid pada
75% penderita, pada 10%, seluruh kolon tanpa sel-sel ganglion. Bertambah
banyaknya ujung-ujung syaraf pada usus yang aganglionik menyebabkan kadar
asetilkolinesterase tinggi.
Pada
penyakit ini, bagian kolon dari paling distal sampai pada bagian usus yang
berbeda ukuran penampangnya, tidak mempunyai ganglion parasimpatik intramural.
Bagian kolon aganglionik itu tidak dapat mengembang sehingga sempit dan
defekasi terganggu. Akibat gangguan defekasi ini kolon proksimal yang normal
akan melebar oleh tinja yang tertimbun, membentuk megakolon .
Pada
bagian Hirschsprung segmen pendek, daerah aganglionik meliputi rektum sampai
sigmoid, keadaan ini disebut Hirschsprung klasik. Penyakit ini terbanyak ( 80%) dijumpai pada anak laki-laki, yaitu 5
kali lebih sering dari pada anak perempuan. Bila daerah aganglionik meluas
lebih tinggi dari sigmoid disebut Hirschsprung segmen panjang. Bila aganglionis mengenai seluruh usus halus disebut
aganglionosis universal .
2.1.4 Manifestasi
Klinis
Gejala
utama periode neonatal berupa gangguan defekasi, yang dapat mulai timbul 24 jam
pertama setelah lahir. Dapat pula timbul pada umur beberapa minggu. Normal
setelah bayi dilahirkan mekonium akan keluar sebelum usia bayi 24 jam ( biasanya
setelah 6 jam mekonium akan keluar ). Pada Hirschsprung mekonium tidak keluar
sebelum 2 x 24 jam, kadang-kadang 3-4 hari. Sedangkan defekasi kedua terjadi
lama sekali, sedangkan pada bayi normal biasanya defekasi beberapa kali sehari.
Bila bayi tidak bisa defekasi, tampak perut kembung, distensi dan nyeri
abdomen. Adakalanya gejala obstipasi kronik ini diselingi oleh diare berat
dengan feses yang berbau dan berwarna khas yang disebabakan oleh penyulit
berupa enterokolitis.
2.1.5. Penatalaksanaan Medis
a. Diagnosis
- Anamnesis
- Perlu ditanya kapan keluar mekonium yang pertama. Ini penting karena bila mekonium sudah keluar setelah 6 jam bayi dilahirkan, pasti bukan penyakit Hirschsprung
- Adanya obstipasi masa neonatus
Ini perlu dicurigai adanya penyakit
Hirschsprung. Bila anak semakin dewasa
tentu perjalanan penyakitnya lebih jelas :
o Obstipasi semakin sering
o Perut kembung
o pertumbuhan badan tidak baik
§ Kadang – kadang riwayat
keluarga dapat membantu
Misalnya anak laki-laki terdahulu selalu
meninggal sebelum 2 minggu. Dikatakan bayi itu tidak dapat defekasi.
- Pemeriksaan Fisik
Yang khas,
bila sewaktu perut kembung dilakukan colok dubur maka
sewaktu jari ditarik keluar feses akan menyemprot keluar dalam jumlah
yang banyak kemudian tampak perut anak sudah
kempes.
- Biopsi
Hasil biopsi dinding rektum ( mulai dari
mukosa sampai muskularis kedua
lapisan) dikirim keahli patologi apakah terdapat
ganglion Meissner dan
ganglion Aurbach didalamnya.
- Radiologik dengan enema barium
Foto polos abdomen
diketahui diagfragma letak tinggi,
kolon dilatasi,
adanya obstruksi sal.cerna. Pemeriksaan
kontras enema untuk mengetahui
keadaan usus besar dapat dilihat bagian yang
menyempit daerah transisi,
kontraksi usus yang tidak teratur di bagian
yang menyempit, enterokolitis
pada segmen yang melebar, retensi
barium setelah 24-48 jam
Di sini akan terlihat
gambaran klasik seperti daerah transisi
dari lumen
sempit ke daerah yang melebar. Pada foto 24 jam kemudian akan terlihat
retensi enema barium
dan gambaran
mikrokolon pada Hirschsprung
segmen panjang.
- Pemeriksaan rektal biopsi, fungsinya untuk mendeteksi ada tidaknya sel ganglion.
- Pemeriksaan manometri anorektal, fungsinya untuk mengetahui informasi tentang mekanisme fungsi anorektal, tidak ada relaksasi pada springter aniinterium pada waktu defekasi ® aganglionosis kolon, mencatat respon refluks spingter internal dan eksternal.
b. Diagnosa banding
- Konstipasi psikogenik
Tampak
pada anak-anak 4-5 tahun dimana mereka malas defekasi ( sering
1 minggu sekali) sehingga perut tampak gembung
dan pertumbuhan buruk. Anamnesis
tidak ada Hirschsprung. Biasanya hal ini
disebabkan oleh ketakutan, tidak puas, merasa terasing pada anak-anak.
- Meconium plug syndrom
Riwayatnya
sama seperti
permulaan Hirschsprung, tetapi setelah colok
dubur dan mekonium bisa keluar,
defekasi selanjutnya tidak terganggu
- Akalasia rekti
Merupakan keadaan
dimana sfingter tidak
bisa berelaksasi sehingga
gejalanya mirip sekali
dengan Hirschsprung.. Hanya pada pemeriksaan
mikroskopis tampak adanya
ganglion Meissner dan ganglion
Aurbach.
- Megakolon pada orang dewasa
Ditemukan
di Amerika Selatan akibat Chagas ( Trypanosomi asia cruzi )
dimana parasit tersebut merusak ganglion rektum
c. Penatalaksanaaan
Prinsip
penanganan adalah mengatasi :
1. Mengatasi obstruksi
2. mencegah terjadi enterokolitis
3. Membuang segmen aganglionik
4. Mengembalikan kontuinitas usus
Tata laksana :
-
Tindakan konservatif (penggunaan
pelembek tinja dan irigasi rectal)
-
Tindakan bedah sementara atau kolostomi
-
Tindakan bedah defenitif ( pembedahan colostromi)
-
Prosedur duhamel : cara ini membiarkan rektum tetap ada, kemudian usus yang
normal dimasukkan kedalam rektum melalui celah pada dinding posterior dari arah
rektrorektal.
-
Prosedur Swenson prinsipnya
membebaskan rektum, diseksi pada dinding rektum, lalu ke bawah kearah
springter, kemudian ke seluruh anus yang tidak mengandung ganglion
-
Prosedur soave dilakukan laparatomi
kemudian perlekatan kolon dan mesokolon sebelah kiri dibebaskan sampai fleksura
renalis.
BAB 3
ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 Asuhan Keperawatan pada Anak dengan
Penyakit Hirschsprung
a. Pengkajian
v Lakukan pengkajian fisik rutin
v Dapatkan riwayat kesehatan
dengan cermat terutama yang berhubungan dengan defekasi, pola kebiasaan
defekasi anak
v Kaji status hidrasi dan
nutrisi umum
v Ukur lingkar abdomen
v Observasi manifestasi penyakit
Hirschsprung
Periode Bayi Baru Lahir
v Gagal mengeluarkan mekonium
dalam 24-48 jam setelah lahir
v Menolak untuk minum air
v Muntah berwarna empedu
v Distensi abdomen
Masa Bayi
v Ketikadekuatan penambahan
berat badan
v Konstipasi
v Distensi abdomen
v Episode diare dan muntah
v Tanda – tanda ominous ( sering
menandakan adanya enterokolitis )
§ Diare berdarah
§ Demam
§ Lethargi berat
Masa Kanak – Kanak ( Gejala lebih kronis )
v Konstipasi
v Fese berbau menyengat dan
seperti karbon
v Distensi abdomen
v Massa fekal dapat teraba
v Anak biasanya mempunyai nafsu
makan dan pertumbuhan yang buruk
b. Diagnosa dan
Intervensi
1) Perawatan Praoperatif
Diagnosa keperawatan
: Risiko tinggi cedera berhubungan dengan penurunan motalitas usus.
Sasaran Pasien 1 :
Pasien disiapkan untuk prosedur pembedahan
Hasil yang
diharapkan
-
Usus disiapkan untuk prosedur pembedahan
-
Anak dan keluarga menunjukkan pemahaman tentang pembedahan dan
implikasinya.
Intervensi dan
rasional :
-
Beri enema salin sesuai ketentuan rasionalnya mengosongkan usus
- Beri antibiotik sistemik
sesuai ketentuan rasionalnya menurunkan flora bakteri dalam usus
- Beri irigasi kolon antibiotik
sesuai ketentuan rasionalnya menurunkan flora bakteri dalam usus
- Beri cairan dan elektrolit
sesuai ketentuan rasionalnya menstabilkan anak untuk menghadapi pembedahan
- Ukur dan catat lingkar abdomen
rasionalnya distensi progresif merupakan tanda yang serius rasionalnya
- Tandai titik pengukuran dengan
pena rasionalnya meyakinkan ketepatannya
- Pasang pita ukur di bawah anak
dan lakukan pengukuran pada saat pengukuran tanda-tanda vital rasionalnya agar
tidak mengganggu anak untuk hal-hal yang tidak perlu
- Pada anak dengan
enterokolitis, pantau dengan ketat tanda-tanda vital dan tekanan darah
rasionalnya mengetahui adanya tanda-tanda syok
- Observasi gejala perforasi
usus ( demam, peningkatan distensi abdomen, peka rangsang dan sianosis)
mengetahui tanda-tanda perforasi usus.
2) Perawatan Pascaoperatif
Diagnosa
Keperawatan : Perubahan proses keluarga berhubungan dengan krisis situasi (
anak dihospitalisasi )
Sasaran Pasien ( Keluarga
) 1 : Pasien ( keluarga ) mendapatkan dukungan yang adekuat
Hasil yang
diharapkan :
- Keluarga
mengenal lingkungan rumah sakit
- Anggota keluarga
mengajukan pertanyaan
Intervensi dan
rasional :
- Kenalkan
keluarga pada anggota-anggota staf yang signifikan
- Gambarkan
rutinitas rumah sakit yang berkaitan dengan anak
- Sesuaikan keluarga pada lingkungn yang baru dan asing ( mis. Tata letak fisik ruang, termasuk rung bermin, toilet, dapur ).
- Tunjukan
pada keluarga area diluar unit yang mungkin mereka butuhkan
( mis
: ruangan keluarga, mushola ).
- Selalu
ada untuk keluarga untuk memudahkan penyesuaian diri mereka.
- Waspadai
tanda-tanda ketegangan pada anggota keluarga
- Berikan privasi
Sasaran Pasien ( KELUARGA 2 ) : Pasien ( keluarga)
dipersiapkan untuk perawatan dirumah.
Hasil yang diharapkan
-
Anak dan kelurga menunjukkan kemampuan dalam perawatan kolostomi dirumah
Intervensi dan
rasional :
- Dorong keluarga
dan anak yang lebih besar untuk membantu mengganti pakaian selama periode pasca
operasi awal rasionalnya untuk meningkatkan pengajaran tenang perawatan
colostomi dan penerimaan anak terhadap perubahan tubuh
- Ajarkan
perawatan kolostomi
- Berikan daftar
bantuan ahli terapi enterostomal bila ada
3) HOME CARE
1. Ajarkan pada
orang tua untuk memantau adanya tanda dan gejala
komplikasi jangka panjang yaitu :
-
Stenosis dan konstriksi
-
Inkontinesia
-
Pengosongan usus yang tidak adekuat
-
Ajarkan tentang perawatan kolostomi pada orang tua dan anak
-
Persiapan kulit
-
Penggunaan alat kolostomi
-
Komplikasi stoma ( perdarahan, gagal devekasi, diare, prolaps, feses
seperti pita).
-
Perawatan dan pembersihan alat kolostomi.
-
Irigasi kolostomi
2. Beri dan
kuatkan informasi-informasi tentang pelaksanaan diet.
-
Makanan rendah sisa
-
Masukan cairan tanpa batas
-
Tanda-tanda ketidakseimbangan elektrolit atau dehidrasi
-
Makanan yang diperbolehkan :
daging : daging sapi, daging unggas, ikan,
telur,
susu dan produk
susu, krim dan keju sayuran dan
buah-buahan, grain : nasi, jagung \
dan produknya, tepung terigu yang bebas gluten, jipang.
- Makanan yang
dilarang :
susu : es krim yang dijual bebas, susu
fermentasi (ragi), ragi dan puding siap
saji, biji-bijian gandum : semua makanan yang terbuat dari terigu dan
berbagai jenis gandum (misalnya : roti, roti tawar, kue kering, bolu, kreker,
sereal, spageti, makaroni dan mi), berbagai macam bir
3. Dorong orang tua dan anak untuk
mengekspresikan perasaannya tentang
kolostomi.
-
Tampilan
- Bau
- Ketidaksesuaian antara anak mereka dan
anak ideal
4. Rujuk ke prosedur institusi
spesifik untuk informasi yang dapat
diberikan pada orang tua tentang
perawatan rumah.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Post a Comment