Askep Bone Tumor

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN MUSKULOSKLETAL BONE TUMOR


BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Teoritis Medis
            2.1.1 Defenisi
·         Tumor tulang merupakan kelainan pada sistem muskuloskletal yang bersifat neoplastik. Tumor dalam arti yang sempit berarti benjolan, sedangkan setiap pertumbuhan yang baru dan abnormal disebut neoplasma. (Arif Muttaqin, 2008)
·         Tumor tulang mudah dikenali dari adanya massa pada jaringan lunak disekitar tulang, deformitas tulang, nyeri dan nyeri tekan, atau fraktur patologis.(Syilvia A.price& Lorraine M.Wilson).
·         Tumor tulang adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana sel-sel tersebut tidak pernah menjadi dewasa. Dengan istilah lain yang sering digunakan “Tumor Tulang”, yaitu pertumbuhan abnormal pada tulang  yang bisa jinak atau ganas. (Hartanto,2009).
2.1.2 Etiologi
         Meskipun tidak ada penyebab keganasan tulang yang pasti, ada bberapa factor yang berhubungan dan memungkinkan menjadi factor penyebab terjadinya keganasan tulang yang meliputi:
·         Genetik. Beberapa kelainan genetic dikaitkan dengan terjadinya keganasan
          Tulang misalnya sarcoma jaringan lunak atau soft tissue sarkoma. Dari data penelitian, diduga mutasi genetik pada sel induk masenkim dapat menimbulkan sarkoma.
·         Radiasi. Keganasan jaringan lunak dapat terjadi pada daerah tubuh yang terpapar radiasi seperti pada klien karsinoma mamma dan limfoma maligna yang mendapat radioterapi.
·         Bahan kimia. Bahan kimia seperti Dioxin dan phenoxyherbicide diduga dapat menimbulkan sarkoma, tetapi belum dapat dibuktikan
·         Trauma. Sekitar 30% kasus keganasan pada jaringan lunak mempunyai riwayat trauma.
·         Infeksi. Keganasan pada jaringan lunaak dan tulang dapat juga disebabkan oleh infeksi parasit, yaitu filariasis
2.1.3 Klasifikasi
·         Tumor Jinak (Banigna), biasanya tumbuh lambat dan berbatas tegas, gejalanya sedikit, dan tidak menyebabkan kematian. Neoplasma primer benigna sistem muskuloskletal meliputi osteoma osteoid, osteokondroma, enkondroma, kista tulang (mis, kista tulang aneurisme), mioma, dan fibroma. Tumor benigna tulang dan jaringan lunak lebih sering terjadi dari pada tumor maligna. Beberapa tumor benigna, seperti tumor sel raksasa, berpotensi mengalami tranformasi maligna.
·         Tumor Ganas (Maligna), tumor ini ditandai dengan metastasis hematogen awal ke paru. Tumor ini menyebabkan mortalitas tinggi karna sarkoma sering sudah menyebar ke paru ketika klien pertama kali berobat. Sarkoma osteogenik tampak lebih sering terjadi pada pria kelompok usia 10-25 tahun (pada tulang yang sedang tumbuh cepat) dan pada kelompok lebih tua yang menderita penyakit pagetatau akibat pajanan radiasi. Tumor ini bermanifestasi sebagai nyeri, pembengkakan keterbatasan gerak, dan penurunan berat badan (dianggap sebagai temuan mengerikan). Massa tulang dapat teraba, ada nyeri tekan dan tidak dapat digerakkan, dengan peningkatan suhu kulit diatas massa, dan ketegangan vena. Lesi primer dapat mengenai semua tulang, namun tempat yang paling sering adalah femur distal, tibia proksimal, dan humerus proksimal.
  
2.1.4 Patofisiologi


2.1.5 Manifestasi klinis
  1. Nyeri dan/ atau pembengkakan ekstremitas yang terkena (biasanya menjadi semakin parah pada malam hari dan meningkat sesuai dengan progresivitas penyakit)
  2. Fraktur patologik
  3. Pembengkakan pada atau di atas tulang atau persendian serta pergerakan yang terbata.
  4. teraba massa tulang dan peningkatan suhu kulit diatas massa serta adanya pelebaran vena.
2.1.6  Penatalaksanaa
  1. Penatalaksanaan medis
Penatalaksanaan tergantung pada tipe dan fase dari tumor tersebut saat didiagnosis. Tujuan penatalaksanaan secara umum meliputi pengangkatan tumor, pencegahan amputasi jika memungkinkan dan pemeliharaan fungsi secara maksimal dari anggota tubuh atau ekstremitas yang sakit. Penatalaksanaan meliputi pembedahan, kemoterapi, radioterapi, atau terapi kombinasi.
  1. Tindakan keperawatan
A .Nyeri
Teknik manajemen nyeri secara psikologik (teknik relaksasi napas dalam,     visualisasi, dan bimbingan imajinasi ) dan farmakologi ( pemberian analgetika ).
B. Mengajarkan mekanisme kooping yang efektif
Motivasi klien dan keluarga untuk mengungkapkan perasaan mereka, dan berikan dukungan secara moril serta anjurkan keluarga untuk berkonsultasi ke ahli psikologi atau rohaniawan.
C. Memberikan nutrisi yang adekuat
Berkurangnya nafsu makan, mual, muntah sering terjadi sebagai efek samping kemoterapi dan radiasi, sehingga perlu diberikan nutrisi yang adekuat. Antiemetika dan teknik relaksasi dapat mengurangi reaksi gastrointestinal. Pemberian nutrisi parenteral dapat dilakukan sesuai dengan indikasi dokter.
D. Pendidikan kesehatan
 Pasien dan keluarga diberikan pendidikan kesehatan tentang kemungkinan terjadinya komplikasi, program terapi, dan teknik perawatan luka di rumah.

2.2 Teoritis keperawatan
2.2.1. Pengkajian
1.         Anamnesis
·         Identitas, meliputi nama, jenis kelamin, usia, alamat, agmaa, bahasa yang digunakan, status perkawinan, pendidikan, pekerjaan, asuransi, golongan darah, nomor register, tanggal masuk rumah sakit, dan diagnosis medis. Usia klien sangat penting untuk diketahui karena banyak tumor tulang yang mempunyai kakhasan dalam usia terjadinya, misalnya sarkoma osteogenik ditemukan pada anak sampai sebelum dewasa muda, kondrosarkomapada usia 40 tahun, tumor sel raksasa jarang ditemukan dibawah usia 20 tahun. Jenis kelamin klien juga penting dikaji. Hal ini untuk mendukung bahwa ada beberapa tumor dan keganasan pada muskuloskletal berhubungan dengan jenis kelamin. Pengkajian identitas klien sangat mendukung untuk bahan penlitian yang sangat dibutuhkan dikemudian hari.
·         Keluhan utama. Pada umumnya keluhan utama pada kasus tumor dan keganasan adalah nyeri pada daerah yang mengalami masalah. Nyeri merupakan keluhan utama pada tumor ganas. Adanya nyeri menunjukkan tanda ekspansi tumor yang cepat dan penekanan kejaringan sekitarnya, perdarahan, atau degenerasi.
Untuk memeperoleh pengkajian yang lengkap tentang nyeri klien, perawat dapat menggunakan metode PQRST
Provoking incident: hal yang menjadi faktor presipitasi nyeri adalah ekspansi tumor yang cepat dan penekanan kejaringan sekitarnya, perdarahan atau degenerasi.
Quality of pain: nyeri yang dirasakan atau digambarkan klien
Region, radiation, relief: nyeri dapat menjalar dan menyebar, dan nyeri terjadinya di sendi dan tulang yang mengalami masalah.
Severity (scale) of pain: nyeri yang dirasakan klien secara subjektif antara 1-3 dan rentang skala pengukuran 0-4.
Time : berapa lama nyeri berlangsung, kapan, apakah bertambah buruk pada malam hari atau siang hari.
·         Riwayat penyakit sekarang. Pengumpulan data dilakukan keluhan sejak keluhan muncul dan secara umum mencakup awitan gejala dan bagaimana gejala tersebut berkembang. Kadang-kadang klien mengeluhkan adanya suatu pembengkakakn atau benjolan. Pembengkakan atau benjolan ini dapat timbul secara perlahan-perlahan dalam jangka waktu yang lama dan dapat juga secara tiba-tiba.
·         Riwayat penyakit dahulu, pada pengkajian ini ditemukan kemungkinan penyebab yang mendukung terjadinya tumor dan keganasan.
·         Riwayat penyakit keluarga, kaji adakah keluarga dari generasi terdahulu yang mengalami keluhan yang sama dengan klien. Beberapa klien genetik dikaitkan dengan terjadinya keganasan tulang.
·         Riwayat psikososial, kaji respon emosi klien terhadap penyakit yang dideritanya dan peran klien dalam keluarga dan masyarakat serta respon atau pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.





DAFTAR PUSTAKA
Muttaqin, Arif ( 2008), Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Muskuluskoletal, Jakarta: EGC
Corwin, Elizabeth J (2000), Buku saku patofisiologi, Jakarta: EGC
Wandana ( 2009). Asuhan Keperawatan Bone Tumor
              http://www,thefootdan kleclinic com/ glo dibuka pada tanggal 20 Febuari 2011
Wong Donna L (2007), Keperawatan Pediatrik edisi 4, Jakarta: EGC

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment